Breaking News
recent

Ruang Lingkup Kajian Filsafat, Dan Ciri Dasar Kegiatan Berfilsafat





A. Ruang Lingkup Kajian Filsafat

Filsafat merupakan upaya rasional manusia dalam memahami strukturstruktur dasar pengalaman dan realitas (Jean Ladriae, 1984, Vol II, h. 309). Pemahaman ini dilakukan untuk menemukan kebenaran, makna, dan hubungan logis dari ide dasar (struktur-struktur dasar pengalaman dan realitas).
Apakah makna itu, kebenaran, hubungan logis, dan ide dasar itu?

Makna dalam hal ini pertama kali berhubungan dengan definisi suatu hal. Misalnya, ― Apakah manusia itu?.

Kebenaran terkait dengan kepastian terjadinya suatu hal, atau ada nya suatu hal. Misalnya, ― Apakah benar kiamat akan terjadi? atau ― Apakah benar di akhirat kelak ada surga? ‖ Kebenaran juga terkait dengan kepastian di antara dua klaim yang sama-sama mengaku benar. Misalnya, ― Mana yang paling benar ini atau itu?. 

Hubungan logis adalah keterkaitan logis antara satu pernyataan
yang satu dengan yang lainnya. Dua buah keyakinan dikatakan memiliki Hubungan Logis bila kebenaran (atau kesalahan ide) yang satu bergantung pada (atau
menentukan) kebenaran ide yang lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan Ide adalah sarana yang kita gunakan untuk menggambarkan dan mengartikan pengalaman diri kita dan dunia di sekitar kita. Istilah ide mencakup:
  • Sebagai keyakinan dan teori yang kita pegang dengan sadar.
    (misalnya ―Tuhan itu ada‖)
  • Sebagai asumsi dan konsekuensi keyakinan yang
    dipercayai begitu saja. Misalnya ―Indra kita memberi tahu kita tentang bagaimana
    dunia ini ada dan berjalan‖
  • Sebagai konsep yang berdiri sendiri, seperti ―waktu‖,
    ―bentuk seni‖, ―kegilaan‖, dan lain lain. 
Lalu apa yang dimaksud dengan Ide Dasar? Ide dasar adalah sebuah ide dimana bergantung kebenaran ide-ide lainnya yang lebih spesifik. Misalnya, kepercayaan akan adanya Tuhan adalah kepercayaan dasar yang melandasi kebenaran kitab-kitab suci. Sesuatu disebut sebagai ide dasar bila ia :
  1. Ide-ide dasar juga bersifat pervasif (meluas ke berbagai bidang). Misalnya,
    soal agama adalah permasalahan yang pervasif, yang dimaknai secara
    berbeda-beda oleh pelbagai disiplin ilmu dan pemeluk agama tertentu.
  2.  Bersifat umum (agama adalah ide dasar dari Islam, Kristen, Yahudi, dll
Kebenaran, makna, dan hubungan logis mengenai keyakinan atau prinsip - prinsip dasar merupakan masalah yang menjadi obyek kajian filsafat. Seluruh ilmu pastilah memiliki struktur keyakinan, konsep - konsep, prinsip - prinsip, asumsi yang khas. Kesemuanya menyusun suatu kebenaran dengan makna tertentu, namun bisa jadi saling bertentangan satu sama lain. Nah, filsafat bertugas untuk mempertanyakan kebenaran, makna, dan hubungan logis dari ide dasar ilmu tersebut untuk kemudian merumuskan ulang secara benar.

Melalui filsafat suatu keyakinan, konsep, asumsi suatu ilmu dapat menemukan kebenarannya, serta dapat terus berkembang sesuai dengan tuntutan realitas. Jadi, kalau kita hendak membicarakan filsafat administrasi Pendidikan maka pertanyaan yang harus dikemukakan adalah :
  1. Apa ide dasar dari ekonomi? (pertanyaan tentang ide dasar)
  2. Apakah ekonomi itu? (pertanyaan tentang makna)
  3. Apakah benar tujuan yang dikemukakan ekonomi itu akan terjadi?
    (pertanyaan tentang Kebenaran)
  4. Apakah ada hubungan antara ekonomi dan Islam ? (pertanyaan tentang
    hubungan logis)
Kemampuan kita dalam menjawab ke 4 pertanyaan ini akan menentukan rumusan Filsafat ekonomi. Serentak setelah itu kita pun dapat mengoreksi batasan ilmu ekonomi yang sudah ada.

B. Ciri Dasar Kegiatan Berfilsafat

Berfilsafat tentu saja tak hanya sekadar meletakkan ‖tanda tanya‖ di belakang segala sesuatu. Ada beberapa sifat dasar yang dimiliki secara khas oleh filsafat, yaitu sistematis, radikal, dan kritis.

Sistematis berarti upaya memahami segala sesuatu menurut aturan tertentu, runut dan bertahap serta hasilnya dituliskan mengikuti suatu aturan tertentu pula. Filsafat secara sistematis biasanya terbagi menjadi 3 bagian besar: 1) bagian filsafat yang mengkaji tentang ada (being); 2) bidang yang mengkaji pengetahuan (epistemologi dalam arti luas), dan 3) bidang filsafat yang mengkaji nilai-nilai yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan manusia (axiologi). Sistematika filsafat ini kerap dibakukan sebagai satu patokan yang menentukan dalam menilai suatu sistem pemikiran. Pemikiran yang sistematikanya tidak memenuhi kriteria ini cenderung dianggap bukan filsafat atau tidak filosofis, akibatnya disebut tidak rasional dan karenanya tak layak disebut ilmu.

Radikal berarti akar atau mendasar, diambil dari akar kata radix. Radikal berarti mendalam sampai ke akar-karnya. Pemahaman yang ingin diperoleh dari kegiatan filsafat adalah pemahaman yang mendalam terhadap segala sesuatu. Sementara kritis berarti tidak menerima sesuatu begitu saja. Sementara, kritis secara sepesifik berarti terbuka pada kemungkinan-kemungkinan baru, dialektis, tidak membakukan dan membekukan pikiran-pikiran yang sudah ada, dan selalu hati-hati dan waspada terhadap pelbagai kemunginan kebekuan pikiran.
Kritis juga berarti melakukan usaha secara aktif, sistematis dan mengikuti prinsip-prinsip logika untuk memahami dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah
informasi itu diterima, ditolak, atau ditangguhkan vonisnya (disarikan dari Moore &
Parker, 1990)

Ketiga ciri kegiatan berfilsafat ini tentulah sangat diperlukan dalam kehidupan nyata, apalagi dalam kegiatan ilmu pengetahuan. Ilmu Ekonomi harus sistematis, radikal, sekaligus juga kritis; bila Ilmu ekonomi tak sistematis, tujuan yang dicanangkan tak akan tercapai dengan baik, bila ilmu ekonomi tak radikal (dalam arti mendasar dan mendalam) maka praktek ekonomi tak akan menghasilkan tujuan yang dimiliki kegiatan ekonomi; bila ilmu ekonomi tidak kritis bagaimana mungkin masalah-masalah seperti kelangkaan dapat diatasi. Jadi, kegiatan berfilsafat sangatlah penting dalam dunia ekonomi.

Refrensi
Judul               : Filsafat Ekonomi Islam
Penulis             : M. Anton Athoillah dan Bambang Q-Anees
Penerbit           : Sahifa
Halaman          : 266
Bahasa             : Indonesia

Sumber Gambar : Google
Ambang Al - Amasy

Ambang Al - Amasy

Ordinary People Become Better Of Not Being What It

Powered by Blogger.