cara menghadapi atasan

Siapa yang bisa tahan memiliki atasan dengan sifat yang kurang menyenangkan, sebutlah galak, suka berucap kasar, egois, tidak punya rasa peduli atau tidak mau disalahkan? Jangankan harus menghadapi Beliau, menghadapi pekerjaan dan tanggung jawab kita sehari-hari saja, rasanya sudah begitu melelahkan, ditambah pula mesti menerima perlakuan kurang mengenakkan dari atasan. 

Hal ini seringkali membuat kita berpikir untuk segera berhenti dan mencari pekerjaan di kantor lain. Sayangnya, karena turut terbawa emosi, kita tidak berpikir jernih dan jauh, banyak keputusan sobat yang akan berakhir sebagai penyesalan. Misalnya, jika sobat berhenti, apakah sudah ada pekerjaan pengganti? Apakah di kantor lain sobat akan mendapatkan jumlah gaji dan fasilitas seperti yang sobat dapat sekarang? Akankah sobat akan mendapatkan rekan-rekan yang baik? Bonus yang bakal hangus? Coba pikirkan kembali, jika hanya karena seorang atasan, sobat harus keluar dan kehilangan banyak hal baik, sayang sekali, bukan? 


Sebelum berhenti, coba terapkan beberapa tips untuk mengahadapi atasan yang tidak bersahabat :


1.Kenali atasan Anda


Ketahui beberapa hal mengenai atasan sobat. Misalnya, hal-hal apa yang disukai, kebiasaan (di kantor) seperti apa yang ia suka dan tidak, pola kerja seperti apa yang ia sukai. Intinya, Sobat mesti mencari tahu apa yang sekiranya membuat ia marah. Tak mungkin, kan, atasan sobat marah tanpa alasan?


2.Bekerja sebaik yang Sobat bisa

Perlu Sobat ingat, bekerja di kantor, artinya Sobat bekerja di dalam tim dan atasan Sobat adalah rekan satu tim Sobat. Suka atau tidak, Sobat harus bekerja sama dengannya dan saling menopang. Memang, rasanya ‘aneh’ mendukung seseorang yang hubungannya tidak baik dengan Sobat dan membuat namanya melambung, tapi, perlu Sobat ingat juga, bahwa tidak ada gunanya menjelek-jelekkan dia, karena Sobat hanya akan ‘memeriahkan peperangan’. Dalam dunia kerja, ada banyak hal bisa terjadi dan tidak bisa Sobat prediksi. 

Jika gegabah atau salah langkah, bisa-bisa, Sobatlah yang merugi. Lebih baik, ingatlah untuk bekerja dan berlaku sebaik mungkin, jangan memberikan celah padanya untuk marah atau protes. Dengan demikian, perlahan lingkungan kerja Sobat akan melihat potensi Sobat dan jika Sobat membantunya, mungkin atasan Sobat akan mulai menghormati Sobat.

3.Kurangi mengeluh

Jangan jadikan sifat atasan yang tidak menyenangkan sebagai alasan Sobat menjadi enggan bekerja dengan maksimal. Hal ini tidak membuatnya merugi sedikit pun. Terlalu banyak mengeluhkan atau membahas hal ini dengan rekan-rekan kerja yang lain juga bukanlah hal bagus. Hal ini lama-kelamaan justru akan memberikan kesan negatif bagi diri Sobat. Ingat, berita buruk di lingkungan kerja bisa menyebar dengan cepat.

4.Ajak bicara

Memang bukan suatu hal yang mudah, namun jika ada kesempatan, manfaatkan dengan baik. Biasanya, kebiasaan untuk diam ini dilakukan oleh seorang karyawan yang masih muda atau belum banyak memiliki pengalaman, sehingga merasa khawatir dan takut ketika ingin bicara. Keluhan biasanya baru tersampaikan ketika HRD menanyakan apa alasan Sobat ingin keluar dari kantor.
Jika Sobat sudah melakukan pekerjaan dengan benar, jika ada masalah, ada pertanyaan atau pendapat, maka sebaiknya Sobat utarakan. Diterima atau pun tidak, setidaknya Sobat sudah berani dan kalau Sobat terus diam, bagaimana atasan Sobat tahu jika ada masalah?

5.Tetap tegar

Ini adalah hal penting. Walaupun Sobat menerima hal-hal yang kurang menyenangkan, cobalah untuk tenang dan tetap kuat. Jangan biarkan kemarahannya berhasil membuat Sobat terintimidasi, terutama jika Sobat yakin Sobat mampu menjadi pribadi yang lebih baik darinya. Ingatlah, sebetulnya atasan Sobat belum tentu mampu bekerja sebaik Sobat, dan Sobat pun belum tentu bisa bekerja sehebat dia.
Selain mengenali seperti apa atasan Sobat dan hal-hal di atas, ada baiknya, ketika Sobat mulai bekerja di kantor yang baru, pelajari budaya kerja di tempat tersebut, seperti apa persaingan kerjanya, cara berbaur dengan rekan lainnya, dsb. Hal-hal ini akan sangat membantu kehidupan Sobat di kantor.

Semoga dapat membantu & bermanfaat!